Oleh: Yulistiawan, Bachtiar Hasan, Hasbullah

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan gas SF6 terhadap busur api yang terjadi akibat arus gangguan ataupun arus normal pada waktu pemutusan tenaga listrik berlangsung. Busur api yang timbul saat terjadi pemutusan PMT bersifat dapat merusak peralatan terutama PMT itu sendiri. Oleh karena itu Gas SF6 yang dipakai sebagai media isolasi pada PMT bertujuan untuk meredam terjadinya proses busur api. Analisis yang dilakukan adalah untuk mengetahui besarnya arus gangguan yang dapat terjadi pada Gardu Induk Cigereleng Bandung dan perhitungan peredaman busur api terhadap tekanan gas SF6 pada PMT. Hasil dari analisis yang didapat besarnya arus gangguan pada sisi 20 kV dengan gangguan 3 Fasa, 2 Fasa dan 1 Fasa ke tanah dengan jarak 25% dari panjang penyulang adalah sebesar 13.641,8 Ampere, 3.936,1 Ampere dan 884,9 Ampere. Kemudian menunjukkan bahwa semakin besar tekanan gas SF6 maka semakin turun laju kecepatan busur api yang terjadi pada waktu pemutusan. Berdasarkan hasil ini menunjukkan pada tekanan 6,2 bar yang tertera pada indikator tekanan gas SF6 pada PMT mampu menghentikan busur api pada jarak celah kontak sejauh 2,896 cm.

Kata kunci : gardu induk, PMT, Gas SF6

Sumber: http://jurnal.upi.edu/1151/view/1151/analisis–penggunaan-gas-sf6-pada-pemutus-tenaga-(pmt)-di-gardu-induk-cigereleng-bandung..html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *